Tipe dan Jenis Batu Split untuk kebutuhan bangunan

Dipublikasikan oleh Editorial Staff pada

jenis batu split

Di pasaran, terdapat berbagai ukuran batu split yang tersedia. Setiap ukuran memiliki fungsi yang berbeda-beda. Umumnya, semakin besar ukurannya, semakin besar pula penggunaannya dalam konstruksi.

Untuk memberikan informasi tentang ukuran batu split dan jenisnya, berikut ini adalah penjelasannya:

Batu Split 3/5

Batu split ini terdiri dari batu dengan ukuran antara 30mm hingga 50mm. Karena ukurannya yang besar, batu split ini sering digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan aspal jalan dan material lainnya. Selain itu, batu split 3/5 juga digunakan sebagai bahan alas pada rel kereta api untuk mengurangi getaran saat kereta melintas.

Bahkan karena memang ukuran sedikit lebih besar, kadang ia juga digunakan oleh banyak industry untuk kebutuhan konstruksi bahwa laut.

Batu Split Abu

Batu split abu memiliki ukuran sangat kecil, yaitu antara 0 hingga 5 mm. Batu dalam kategori ini lebih dikenal sebagai kerikil. Meskipun memiliki tekstur yang halus, batu abu ini masih lebih kasar daripada pasir. Karena sifatnya itu, batu abu sering digunakan sebagai alternatif pengganti pasir. Tips Rumah.com

Kualitas batu split ditandai dengan tidak adanya pori. Ketidakberporian menunjukkan bahwa batu tersebut sangat padat dan tidak memiliki ruang untuk udara. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa batu split berkualitas memiliki kadar lumpur hanya sebesar 1%.

Batu Split ½

Sesuai namanya, batu split ½ ini memiliki ukuran yang lebih kecil dengan jenis batu split sebelumnya. Ukurannya dalam millimeter sekitar 10 hingga 30 mm saja.Batu split ini sangat cocok digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan cor bangunan.

Baik proyek konstruksi skala kecil maupun besar sering menggunakan batu split ½ ini. Beberapa proyek yang menggunakan batu ini antara lain landasan pacu bandara, dermaga pelabuhan, jembatan, rumah, dan berbagai proyek lainnya.

Batu Gajah

Batu split gajah merupakan jenis batu split terbesar di antara semua kelompok. Sehingga seringkali digunakan untuk bangunan yang membutuhkan konstruksi yang lebih kuat.

Jenis batu split ini sering digunakan untuk konstruksi gedung tinggi, bangunan tepi laut serta bangunan ditempat ekstrim lainya.

Digunakan mulai dari reklamasi teluk, dinding penahan gelombang ombak, hingga pondasi dermaga atau jembatan rekreasi.

Batu Split Agregat A

Selain jenis batu split di atas, terdapat juga batu split agregat A. Batu split ini terdiri dari campuran pasir dan batu.

Biasanya ukuran dari pasir ini tidak terlalu besar, hanya bekisar 10 sampai 20 mm saja. Sedangkan untuk batunya terdapat 2 variasi seperti ukuran 20-30 mm dan 30-50mm.

Batu split agregat A ini banyak digunakan dalam proses pengecoran, baik sebagai bahan untuk dinding maupun campuran beton.

Batu Split Agregat B

Batu split agregat B memiliki kesamaan dengan agregat A. Namun, batu split agregat B memiliki kandungan tanah atau lumpur yang lebih sedikit.

Sebenarnya secara ukuran tidak jauh berbeda dengan Agregat A, yaitu berkisar andara 20-50 mm. Untuk penggunaannya biasanya untuk perkerasan konstruksi jalan raya.

Batu Split Agregat C

Batu split agregat C juga dikenal dengan sebutan batu alas. Batu split agregat C sering digunakan sebagai bahan alas dalam pengurukan tanah. Bahan yang membentuk batu dalam kelompok ini terdiri dari pasir abu, tanah, dan komposisi lainnya.

Batu Split Screen

Batu split ini memiliki ukuran antara 5 hingga 10mm. Karena ukurannya yang relatif kecil, batu split screen sering digunakan dalam pembuatan perkerasan jalan atau aspal.

Ukurannya yang kecil umumnya didapatkan melalui proses pembelahan batu menggunakan mesin pemecah batu (stone crusher).

Jika anda butuh bahan bangunan, baik pasir maupun batu split, silahkan hubungi kami. Anda bisa melihat harga pasir melalui website ini dengan mudah dan cepat.

Jika anda ingin meliha tips seputar bangunan, termasuk bahan bangunan, silahkan baca dan lihat melalui artikel yang kami terbitkan sebelumnya

 

Kategori: Batu